Minggu, 05 Desember 2010

Sumber Daya Alam


SUMBER DAYA ALAM
MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Pengetahuan Lingkungan
Yang dibina Oleh Ibu Hj. Dahlia



Oleh:
Kelompok 9 / BB
Roisatul Ainiyah (207341412058)
Wiwin Damayanti (207341409184)



doeloe




UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sumber daya alam ialah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Manusia sebagai bagian dari alam dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Namun keserasian dan keseimbangan alam dapat terganggu jika kita sebagai makhluk yang dipercaya dapat mengatur alam ini lalai dalam menjalankan kewajiban kita. Pada dasarnya manusia dilahirkan sebagai khalifah dimuka bumi, sehingga ia memiliki tugas untuk menjaga bumi yang telah dianugerahkan oleh tuhan ini.
Berbagai peristiwa alam mempengaruhi kondisi sumber daya alam yang ada di bumi pada saat ini. Seiring dengan semakin maju dan berkembangnya teknologi membuat kita semakin pandai dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Namun demikian penggunaan teknologi tersebut banyak yang tidak diimbangi dengan tetap menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang ada, sehingga dengan ataupun tanpa kita sadari kenyataan pada saat ini menunjukkan bahwa sumber daya alam kita banyak mengalami kerusakan dan mengalami penurunan kualitas. Dan kenyataan pahit yang harus kita hadapi adalah sebagian besar kerusakan sumber daya alam tersebut disebabkan oleh ulah kita, manusia.
Siring berjalannya waktu kita semakin sadar akan apa yang sudah kita lakukan banyak menimbulkan kerusakan pada sumber daya alam yang ada, sehingga saat ini kita terpacu untuk memperbaiki kondisi tersebut dengan berbagai upaya mencoba untuk kembali menjaga dan melestarikan sumber daya alam ini. Berbagai teknologi mengupayakan untuk melakukan perbaikan akan kerusakan-kerusakan yang terjadi. Mau tidak mau hal ini harus kita lakukan jika kita sebagai manusia tetap ingin menjaga kelangsungan kehidupan kita di muka bumi ini.
Indonesia sebagai negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya merupakan negara yang memiliki sumberdaya alam hayati yang tinggi dan tersebar di seluruh pelosok tanah air. Kekayaan sumberdaya alam hayati menjadi tumpuan baru bagi pembangunan nasional selain penggunaan sumberdaya alam takterbarukan seperti minyak bumi dan gas alam. Selain itu keanekaragaman flora dan fauna yang dimiliki oleh alam Indonesia  juga merupakan kekayaan alam negri kita. Banyak tumbuhan dan satwa-satwa negri kita yang tidak dapat ditmukan di belahan bumi manapun. Dan saat ini dengan sumber daya alam yang kita miliki kita dipercaya menjadi salah satu negara yang mampu untuk mandiri dan bisa mengelola sumber daya alam tersebut dengan baik dan bisa mensejahterakan semua warga negara indonesia.

B.     Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan Sumber Daya Alam?
  2. Apa manfaat dari Sumber Daya Alam?
  3. Bagaimana kondisi Sumber Daya Alam yang ada saat ini?
  4. Bagaimana cara menjaga dan melestarikan Sumber Daya Alam?
  5. Bagaimana  Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia?

C.    Tujuan
  1. Menjelaskan yang dimaksud dengan Sumber Daya Alam.
  2. Menjelaskan manfaat dari Sumber Daya Alam.
  3. Menjelaskan kondisi Sumber Daya Alam yang ada pada saat ini.
  4. Menjelaskan cara menjaga dan melestarikan Sumber Daya Alam.
  5. Menjelaskan Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi, air dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kepentingan pertahanan negara.
Macam-macam sumber Daya Alam
      a. Berdasarkan sifat
            Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
·         Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable), misalnya: hewan,  tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali). SDA ini harus kita jaga kelestariannya agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.
Tumbuhan.                                                      Hewan
                                 

·         Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya. Kita harus menggunakan SDA ini seefisien mungkin sebab seperti batu bara, baru akan terbentuk kembali setelah jutaan tahun kemudian.

Emas.                                                              Batubara
                                               

·         Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
Matahari.                                                                     Udara
                                     
           
b. Berdasarkan potensi
            Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
·         Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
·         Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.

Tambang minyak bumi.                       Lautan sebagai energi pasang surut
                       

·         Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

c. Berdasarkan jenis
            Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
·         Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
Tanah                                                  Air
                               
  • Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.


 





           Sekumpulan hewan


 






Gambar Bunga Raflesia arnoldi               Mikroba
2.      Manfaat Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar, sumber daya alam harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya tetapi dengan cara yang tidak merusak. Oleh karena itu, cara-cara yang dipergunakan harus dipilih yang dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut makin besar manfaatnya untuk pembangunan dimasa datang.
            Tenaga ahli memanfaatkan sumber daya alam dengan teknologi yang canggih. Tenaga ahli yang bermutu akan menghasilkan bibit yang bermutu dan menghasilkan tanaman yang berkualitas dan menghasilkan industri yang berkualitas.
            Teknologi yang digunakan beserta alat-alatnya yang berkembang dengan pesat dapat mempercepat dan mempermudah produktivitas alat-alat yang digunakan tenaga ahli Indonesia masih kurang canggih seperti di negara-negara maju tetapi tenaga ahli Indonesia masih bisa menghasilkan sumber daya alam yang memuaskan. Manfaat dari adanya sumber adaya alam seperti:
2.1 Air
Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga:
  • Sebagai sarana transportasi
  • Sebagai sarana wisata/rekreasi
  • Sebagai sarana irigasi/pengairan
  • Sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

2.2 Udara
Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.
2.3 Tanah
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
2.4 Hewan
Hewan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu hewan liar dan hewan piaraan. Hewan liar ialah hewan yang hidup di alam bebas dan dapat mencari makan sendiri, misalnya dari jenis burung, ikan dan serangga. Hewan piaraan ialah hewan yang dipelihara untuk sekadar hobi atau kesenangan semata, misalnya burung perkutut, marmut, kucing dan kakaktua. Hewan ternak ialah hewan yang dikembangbiakkan untuk kemudian dimanfaatkan atau diperjualbelikan, hewan sebagai sumber bahan makanan yang banyak mengandung lemak.
 Hewan Ternak
            Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya.
            Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.
            Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia juga melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guna menambah keanekaragaman ternak.
            Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu.
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, dan ikan hiss.
1.5    Tumbuhan
      Tumbuhan memiliki manfaat antara lain: menghasilkan oksigen bagi manusia dan hewan, mengurangi polusi karena dapat menyerap karbondioksida yang dipakai tumbuhan untuk proses fotosintesis, mencegah terjadinya erosi, tanah longsor dan banjir, bahan industri, misalnya kelapa sawit bahan industri minyak goreng, bahan makanan, misalnya padi menjadi beras, bahan minuman, misalnya teh dan jahe.

  • Hutan
   
            Hutan merupakan sebuah areal luas yang ditumbuhi beraneka ragam pepohonan. Dilihat dari jenis pohonnya, hutan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: (1) hutan Homogen; ialah hutan yang ditumbuhi oleh satu jenis pohon/tanaman, misal: hutan jati, hutan pinus, hutan cemara dll dan (2) hutan Heterogen; ialah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon/tanaman.
            Dilihat dari arealnya, hutan dapat dibagi menjadi lima, yaitu (1) hutan lindung; ialah hutan yang berfungsi melindungi tanah dari erosi, banjir dan tanah longsor, (2) hutan produksi ialah hutan yang berfungsi untuk menghasilkan berbagai produk industri dan bahan perlengkapan masyarakat, seperti kayu lapis, mebel, bahan bangunan dan kerajinan tangan, (3) hutan wisata ialah hutan yang ditujukan khusus untuk menarik para wisatawan domestik (dalam negeri) maupun wisatawan mancanegara, (4) hutan suaka alam ialah hutan yang berfungsi memelihara dan melindungi flora (tumbuhan) dan fauna (hewan), (5) hutan Mangrove ialah hutan bakau di tepi pantai yang berfungsi untuk menghindari daratan dari abrasi.
            Manfaat hutan antata lain: (1) mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman; (2) sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya; (3) sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen; (4) menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
            Hasil hutan yang dapat dimanfaatkan oleh kita yaitu: kayu (jati, pinus, cemara, cendana), damar, rotan, bambu dll. Erosi ialah pengkisan tanah yang disebabkan oleh air hujan. Reboisasi ialah penanaman/penghijauan kembali hutan yang telah gundul. Abrasi ialah penyempitan daratan akibat pengikisan tanah yang disebabkan oleh air laut. Korasi ialah pengikisan daratan yang disebabkan oleh angin.
  • Pertanian
            Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tanaman, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, bawang dan berbagai macam buah-buahan, seperti jeruk, apel, mangga, dan durian. Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.
  • Perkebunan
            Jenis tanaman perkebunan yang ada di Indonesia meliputi karet, cokelat, the, tembakau, kina, kelapa sawit, kapas, cengkih dan tebu. Berbagai jenis di antara tanaman tersebut merupakan tanaman ekspor (kegiatan mengirim barang ke luar negeri ) yang menghasilkan devisa (tabungan bagi negara ).
 Pekebunan Tembakau.
(http://images.google.co.id/images?hl=id&source=hp&q=perkebunan+tembakau&btnG=Telusuri+Gambar&gbv=2&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai)
2.6 Sumber Daya Mikroba
            Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini :
a.       Sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom
b.      Penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin
c.       Membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan biogas dan daur ulang sampah membantu membasmi hama tanaman, misalnya Bacillus thuringiensis untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan penyakit karena virus.

 
Mikroba (ttp://images.google.co.id/images?hl=id&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=mikroba&btnG=Telusuri&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&start=0)
2.7 Sumber Daya Manusia
            Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.          Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai (a) manusia sebagai sumber daya fisik, dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan; (b) manusia sebagai sumber daya mental, kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan pada hasil tambang.
manusia

2.8 Hasil Tambang
Hasil tambang diambil dari perut bumi digunakan untuk berbagai keperluan. Berikut ini di antaranya.
  1. Minyak bumi diolah menjadi avtur, bensol, kerosin, bensin, solar, dan minyak tanah. Avtur digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang. Bensin dan solar untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Minyak tanah menjadi bahan bakar kompor.
  1. Bijih besi digunakan untuk bahan baku pembuatan mesin pabrik, kendaraan bermotor, jembatan, campuran pisau dan gunting, dan baja.
 Besi beton
3.      Batu bara menjadi bahan bakar kereta api, kapal laut, dan pembangkit listrik.
4. Bouksit untuk bahan baku aluminium. Alumunium dimanfaatkan untuk membuat pesawat dan alat-alat rumah tangga.
5.  Mangan untuk pembuatan besi baja.
6. Belerang untuk campuran obat.
7. Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung.
8. Emas dan perak untuk perhiasan, misalnya cincin, gelang, kalung, anting, bros, dan sebagainya. ayaan manusia.



3.      Kondisi Sumber Daya Alam Saat ini
Pemanfaatan sumber daya alam yang tak tekendali dan dieksploitasi secara besar-besaran tanpa mengindahkan dan menghiraukan lingkungan sekitar menyebabkan banyak terjadi kerusakan pada sumber daya alam. Pengekploitasian sumber daya alam ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus bertambah sepanjang tahun dan karena jumlah manusia juga semakin banyak maka pemanfaatan sumber daya alam banyak dieksploitasi, karena sumber daya alam ini terbatas dan kebutuhan manusia semakin meningkat maka lama-kelamaan sumber daya alam ini pun akan habis dan rusak bila pengekploitasiannya tidak dibatasi dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
Kesalahan dalam pengelolaan dapat berpotensi mempercepat terjadinya kerusakan sumber daya alam, termasuk kerusakan hutan lindung, pencemaran udara, hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan konservasi alam, dan sebagainya. Meningkatnya intensitas kegiatan penduduk dan industri perlu dikendalikan untuk mengurangi kerusakan lingkungan di banyak tempat yang antara lain berupa pencemaran industri, pembuangan limbah yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan, penggunaan bahan bakar yang tidak aman bagi lingkungan, kegiatan pertanian, penangkapan ikan, dan eksploitasi hutan lindung yang mengabaikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Maka dari itu kondisi sumber daya alam pada saat ini semakin rusak akibat ulah manusia, kerusaan sumber daya alam inipun juga bedampak pada kehidupan manusia tersebut.
Kondisi sumber daya alam saat ini dapat dilihat dari:
1.      Terus menurunnya kondisi hutan
Hutan merupakan salah satu sumber daya yang penting, tidak hanya dalam menunjang perekonomian nasional tetapi juga dalam menjaga daya dukung lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem dunia. Hutan selama ini difungsikan sebagai penunjang pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan hasil hutan kayu secara berlebih, sementara masalah sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan hutan kurang mendapat perhatian yang memadai. Akibat dari itu, hutan Indonesia telah terdegradasi dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Banyak hutan-hutan di Indonesia yang telah gudul dan beralih fungsi, banyaknya para penebang liar menambah kerusakan hutan dan ditambah lagi adanya penambangan diarea hutan. 
Permasalahan yang diperkirakan masih dihadapi dalam pembangunan kehutanan adalah: (1) masih lemahnya kapasitas kelembagaan pengelola sumberdaya hutan khususnya di tingkat lapangan sehingga pengelolaan hutan yang berkelanjutan (sustainable forest management/SFM) masih belum dapat dilaksanakan dengan baik; (2) belum optimalnya pemanfaatan aneka fungsi hutan karena pengelolaan hutan masih bertumpu pada hasil hutan kayu; (3) masih belum selesainya restrukturisasi industri kehutanan sehingga permintaan bahan baku kayu dari industri dalam negeri jauh melebihi kemampuan penyediaan yang berkelanjutan; (4) masih lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran UU dan peraturan yang terkait dengan kehutanan sehingga kasus-kasus pembalakan liar (illegal logging), tebang berlebih, perdagangan kayu ilegal (illegal trading), pembakaran hutan, konversi kawasan hutan , dll masih sering terjadi; (5) kurangnya pelibatan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, antara lain karena tidak jelasnya pelaksanaan aturan kerjasama pemerintah dan masyarakat, serta kondisi kemiskinan masyarakat sehingga cenderung mudah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan ilegal; (6) kurang efektifnya pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, perlindungan dan konservasi, penatagunaan kawasan hutan, dan lain-lain.
2.      Habitat ekosistem laut rusak
Kerusakan habitat ekosistem di wilayah pesisir dan laut semakin meningkat. Rusaknya habitat ekosistem pesisir seperti deforestasi hutan mangrove telah mengakibatkan erosi pantai dan berkurangnya keanekaragaman hayati (biodiversity). Erosi ini juga diperburuk oleh perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah yang kurang tepat. Beberapa kegiatan yang diduga sebagai penyebab terjadinya erosi pantai, antara lain pengambilan pasir laut untuk reklamasi pantai, pembangunan hotel, dan kegiatankegiatan lain yang bertujuan untuk memanfaatkan pantai dan perairannya. Sementara itu, laju sedimentasi yang merusak perairan pesisir juga terus meningkat.
 Banyaknya  muara sungai mengalami pendangkalan yang cepat, akibat tingginya laju sedimentasi yang disebabkan oleh kegiatan di lahan atas yang tidak dilakukan dengan benar, bahkan mengabaikan asas konservasi tanah. Sumber utama pencemaran pesisir dan laut terutama berasal dari darat, yaitu kegiatan industri, rumah tangga, dan pertanian. Sumber pencemaran juga berasal dari berbagai kegiatan di laut, terutama dari kegiatan perhubungan laut dan kapal pengangkut minyak serta kegiatan pertambangan.
 Praktik-praktik penangkapan ikan yang merusak dan ilegal (illegal fishing) serta penambangan terumbu karang masih terjadi dimana-mana yang memperparah kondisi habitat ekosistem pesisir dan laut. Saat ini, kondisi ekosistem pesisir di sebagian wilayah telah mengalami kerusakan dan pencemaran yang tinggi, yang digambarkan dengan kerusakan rata-rata terumbu karang sebesar 40 persen, penurunan luasan mangrove, dan pencemaran yang tinggi di beberapa wilayah pesisir/laut.
Pelaksanaan program pembangunan kelautan permasalahan yang masih akan dihadapi adalah: (1) masih rendahnya sarana dan prasarana pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan, serta lemahnya penegakan hokum dalam penanganan illegal fishing; (2) kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, termasuk potensi kelautan non-konvensional; (3) belum berkembangnya pembangunan pulau-pulau kecil dan pulau-pulau terdepan/terluar; (4) belum selesainya penetapan batas laut Indonesia dengan negara tetangga; (5) rusak dan tercemarnya ekosistem pesisir dan laut; (6) sering terjadi konflik pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan karena belum tertatanya ruang laut dan pesisir.
3.      Banyaknya  pertambangan yang merusak lingkungan sekitar
Penambangan yang dilakukan selama ini tidak pernah memperhatikan lingkungan yang ada disekitar sehingga lingkungan semakin rusak. Sifat usaha pertambangan, khususnya tambang terbuka (open pit mining), selalu merubah bentang alam sehingga mempengaruhi ekosistem dan habitat aslinya. Pertambangan akan mengganggu keseimbangan fungsi lingkungan hidup dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia, ditambah lagi banyaknya pertambangan tanpa ijin (PETI) yang sangat merusak lingkungan. Penambangan minyak bumi selama ini banyak mencemari ekosistem pantai sehingga laut tercemar, ikan dan terumbu karang banyak yang mati, penambangan pasir,merusak tanah dan mencemari tanah.
            Dari beberapa permasalahan pokok yang ditimbulkan oleh pemanfaatan sumber daya alam tersebut tentu saja menimbulkan persoalan bagi pengelolaan lingkungan hidup. Persoalan utama yang dihadapi dalam pengelolaan lingkungan hidup diantaranya adalah peningkatan pencemaran air, penurunan kualitas udara khususnya di kota-kota besar, kerusakan habitat ekosistem pesisir dan laut yang semakin parah, ancaman terhadap keanekaragaman hayati, kekurangan sumber air bersih di daerah tertinggal/sulit air, lemahnya harmonisasi peraturan perundangan lingkungan hidup, dan rendahnya kesadaran masyarakat yang dalam pemeliharaan lingkungan. Berbagai persoalan lingkungan hidup tersebut telah menurunkan kualitas media lingkungan hutan, tanah, air tanah dan air permukaan, udara dan atmosfir, pantai dan laut, yang berakibat pada penurunan kualitas lingkungan sebagai penyangga kehidupan.

4.      Cara Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Alam
Menjaga sumber daya alam dan lingkungan amat perlu dilakukan untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam makalah ini akan dijelaskan cara menjaga dan melestarikan beberapa sumber daya  alam diataranya:
Pelistarian Hutan:
− Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis).
− Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.
− Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
− Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan yang sudah terlanjur rusak.
− Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.
− Mencegah kebakaran hutan
            Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali. Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain : musim kemarau yang sangat panjang, meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan, pembuatan arang di hutan, membuang puntung rokok sembarangan di hutan.
            Untuk mengatasi kebakaran hutan diperlukan hal-hal seperti: menara pengamat yang tinggi dan alat telekomunikasi, patroli hutan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran, sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.
            Pemadaman kebakaran hutan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: secara langsung dilakukan pada api kecil dengan penyemprotan air dan secara tidak langsung pada api yang telah terlanjur besar dengan cara melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran, dan mengarahkan api ke pusat pembakaran. Biasanya dimulai dari daerah yang menghambat jalannya api, seperti: sungai, danau, jalan, dan puncak bukit.
4.2 Sumber Daya Hewan
            Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya. Konservasi insitu adalah konservasi jenis flora dan fauna yang dilakukan di habitat aslinya baik di hutan, di laut, di danau, di pantai, dan sebagainya.
 
Gambar Konservasi yang dilakukan secara Insitu

 Pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain. Kawasan cagar alam dan suaka margasatwa merupakan tempat untuk mrnjaga dan melindungi serta melestarikan hewan-hewan.
  Suaka Margasatwa Ujung Kulon


            Untuk menjaga kelestarian satwa Langka, maka penangkapan hewan-hewan dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut ini :
a.       Para pemburu harus mempunyai lisensi (surat izin berburu).
b.      Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya.
c.       Membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan.
d.      Harus menyerahkan sebagian tubuh yang diburunya kepada petugas sebagai tropy, misalnya tanduknya.
e.       Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
f.       Ada hewan yang boleh ditangkap hanya pada bulan-bulan tertentu saja. Misalnya, ikan salmon pada musim berbiak di sungai tidak boleh ditangkap, atau kura-kura pads musim akan bertelur.
g.      Harus melakukan konvensi dengan baik. Konuensi ialah aturan-aturan yang tidak tertulis tetapi harus sudah diketahui oleh si pemburu dengan sendirinya. Misalnya, tidak boleh menembak hewan buruan yang sedang bunting, dan tidak boleh membiarkan hewan buas buruannya lepas dalam keadaan terluka.
            Sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan adalah:
  1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
  2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
  3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
  4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan seperti teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya, sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati, dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang, pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.

Cara-cara menjaga kelestarian kekayaan air , menjaga kelestarian hutan, menjaga kebersihan di lingkungan perairan, tidak membuang sampah ke sungai atau ke laut, menghemat pemakaian air, menghindari menangkap ikan menggunakan bom (dinamit) dan pukat harimau.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya konservasi energy dan bahan mineral adalah penggunaan energi supaya berkelanjutan. Usaha yang dapat dilakukan antara lain dengan mengatur penggunaan energi yang berkualitas, meminimumkan penggunaan energi untuk transportasi, dan mengubah energi secara efisien. Konservasi energi dapat dilakukan pada bidang-bidang transportasi, bangunan, dan industri. Jenis-jenis sumber daya mineral dapat digolongkan menurut kegunaannya yaitu menjadi sumber daya mineral logam dan non logam.
Selain penjelasan diatas dalam upaya pemeliharaan dan pelestarian lingkungan kita sebagi manusia juga harus mngetahui mengenai etika lingkungan.
Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam pergaulannya dengan lingkungan. Sebagaimana pengertian etimologis dari etika yaitu ”adat istiadat” atau ”kebiasaan”, maka lebih jauh bisa dijelaskan bahwa etika berkaitan dengan tata cara hidup yang baik, baik pada diri seseorang ataupun masyarakat. Kebiasaan hidup yang baik ini dibakukan dalam bentuk kaidah, aturan, atau norma.
Ada beberapa prinsip untuk menegakkan etika lingkungan ini, yaitu:
1. Sikap hormat terhadap alam, merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta secara keseluruhan. Setiap anggota komunitas sosial mempunyai kewajiban untuk menghargai kehidupan bersama (kohesivitas sosial), demikian pula setiap anggota komunitas ekologis harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies dalam komunitas ekologis.
2. Prinsip tanggung jawab yang dimiliki manusia terhadap alam semesta maupun terhadap keberadaan dan kelestarian setiap bagian dan benda di alam semesta ini. Tanggung jawab itu tidak hanya individual melainkan kolektif berupa prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga alam.
3. Solidaritas kosmis, yaitu dalam diri manusia timbul perasaan solider, senasib sepenanggungan dengan alam dan sesama mahluk hidup lain. Prinsip ini bisa mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan dan semua kehidupan.
4. Prinsip kasih sayang dan kepedulian yaitu mengutamakan kepentingan alam.
5. “No Harm”, yaitu tidak melakukan tindakan yang merugikan atau mengancam eksistensi mahluk hidup lain di alam semesta ini. Fungsi utama manusia dalam menjaga keseimbangan adalah mengawasi perencanaan jangka panjang dan mencegah kelompok tertentu mengeksploitasi dan merusak lingkungan.
6. Hidup sederhana dan selaras dengan alam, yaitu menekankan pada nilai, kualitas, cara hidup yang baik, bukan menekankan pada sikap rakus dan tamak. Ada batas untuk hidup secara layak sebagai manusia, yang selaras dengan alam.
7. Prinsip keadilan, yaitu menekankan bahwa terdapat akses yang sama bagi semua kelompok dan angota masyarakat untuk ikut dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam.
8. Demokrasi, hal ini terkait erat dengan hakikat alam, yaitu keanekaragaman dan pluralitas. Prinsip ini sangat relevan dengan pengambilan kebijakan di bidang lingkungan, dan memberikan garansi bagi kebijakan yang pro lingkungan hidup.
9. Integritas moral, para pejabat publik agar mempunyai sikap dan perilaku moral yang terhormat serta memegang teguh prinsip-prinsip moral yang mengamankan kepentingan publik, untuk menjamin kepentingan di bidang lingkungan. Negara memiliki peran untuk mencegah terjadinya eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.


5.      Sumber Daya Alam Yang Ada di Indonesia
            Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya alam hayati yang tinggi dan tersebar di seluruh pelosok tanah air. Kekayaan sumberdaya alam hayati menjadi tumpuan baru bagi pembangunan nasional selain penggunaan sumberdaya alam takterbarukan seperti minyak bumi dan gas alam.
            Kemajuan pembangunan nasional terus berlanjut menuju era industrialisasi, sementara itu pemantauan mutu lingkungan memerlukan perhatian khusus sebagai dampak dari sisi lain pembangunan nasional, meskipun Indonesia telah menganut azas pemanfaatan secara lestari namun kerusakan lingkungan akibat pembangunan tidak dapat dihindarkan.
            Upaya pemanfaatan kekayaan sumberdaya alam hayati tidak dapat terlepas dari UUD 1945, khususnya Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat". Pengertian dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat tidak berarti pemanfaatannya dilakukan dengan semena-mena namun juga harus memperhatikan aspek-aspek keserasian, keselarasan, keseimbangan, keadilan yang merata dan berkelanjutan, baik bagi generasi masa kini maupun yang akan datang.
            Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk tetap menjaga keutuhan dan keberlanjutan dari sumberdaya alam hayati yang dapat terperbarukan sebagai tumpuan pembangunan saat ini, sehingga daya dukung lingkungan tetap seimbang. Ditetapkannya Undang-undang No.4 Tahun 1982 mengenai Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang­undang No. 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumberdaya Alam. Hayati dan Ekosistemnya serta Undang-undang No. 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations Convention on Biological Diversity (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Keanekaragam Hayati), mencerminkan bahwa Pemerintah tidak mengabaikan keberadaan lingkungan yang tetap utuh dan seimbang sehingga tidak mengkhawatirkan bagi generasi penerusnya.
            Sumberdaya alam hayati yang meliputi keanekaragaman flora dan fauna mempunyai fungsi dan manfaat sebagai unsur pembentuk lingkungan hidup yang kehadirannya tidak dapat diganti. Mengingat sifatnya yang tidak dapat diganti dan memiliki kedudukan serta berperan penting bagi kehidupan manusia, maka upaya konservasi sumberdaya alam hayati flora dan fauna menjadi kewajiban mutlak bagi setiap generasi.
            Upaya-upaya konservasi tidak akan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan tanpa dukungan dan peran serta aktif dari segenap lapisan masyarakat. Oleh karena itu salah satu upaya yang dianggap strategis dan efektif oleh Pemerintah adalah dengan menetapkan berbagai macam kekayaan sumberdaya alam hayati tersebut ke dalam bentuk Identitas Flora dan Fauna Daerah. Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah merupakan upaya nyata yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Dengan ditetapkannya Flora dan Fauna Identitas Daerah Tingkat I ini dapat dilanjutkan pula dengan pemilihan Flora dan Fauna di Tingkat II, Kecamatan dan Desa. Diharapkan dengan demikian akan dapat mendorong upaya-upaya perlindungan, pengawetan, serta pemanfaatan secara berkelanjutan sumberdaya alam hayati flora dan fauna baik oleh aparat Pemerintah di Daerah maupun masyarakat secara keseluruhan sampai dengan ke Tingkat II bahkan Kecamatan dan Pedesaan.
            Untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.
1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.
            Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.
            Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.

Persebaran Sumber Daya Alam Di Indonesia
1.    Persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan,peternakan, dan perikanan
Negara kita memiliki wilayah daratan dan perairan yang sangat luas. Sebagian besar wilayah daratnya merupakan tanah yang subur. Banyak sekali hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Perairan Indonesia juga kaya akan hasil perikanan. Selain itu, di banyak tempat juga dilakukan usaha peternakan. Perhatikan peta berikut ini! Peta itu menunjukkan persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan di Indonesia.

Image:HASIL PERSEBARAN.JPG

a. Persebaran hasil pertanian
Hasil pertanian negara kita antara lain padi (beras), jagung, ubi kayu, kedelai, dan kacang tanah. Di mana saja persebaran hasil pertanian ini?
  1.  Padi (beras)
Daerah penghasil padi (beras) antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

Image:PTN JW BRT.JPG
  1. Jagung
Daerah penghasil jagung antara lain Jawa Tengah (Wonosobo, Semarang, Jepara, dan Rembang); Jawa Timur (Besuki, Madura); serta Sulawesi (Minahasa dan sekitar danau Tempe).
  1. Ubi kayu (singkong)
Daerah penghasil singkong adalah Sumatera Selatan, Lampung, Madura, Jawa Tengah (Wonogiri), dan Yogyakarta (Wonosari).
  1.  Kedelai
Daerah penghasil kedelai adalah Jawa Tengah (Kedu, Surakarta, Pekalongan, Tegal, Jepara, Rembang), D.I. Yogyakarta, Jawa Timur (Jember).

  1. Kacang tanah
Daerah penghasil kacang tanah ialah Sumatera Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah (Surakarta, Semarang, Jepara, Rembang, Pati), Jawa Barat (Cirebon, Priangan), Bali, dan Nusa Tenggara Barat (Lombok).

b. Persebaran hasil perkebunan
Hasil perkebunan negara kita antara lain tebu, tembakau, teh, kopi, karet, kelapa (kopra), kelapa sawit, cokelat, pala, cengkeh, lada, dan vanili. Di mana saja persebaran hasil perkebunan tersebut? Mari kita lihat satu per satu.
  1. Tebu
Daerah penghasil tebu, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera (Nangroe Aceh Darussalam).
  1. Tembakau
Daerah penghasil tembakau ialah Sumatera Utara (Deli), Sumatera Barat (Payakumbuh), Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang), Jawa Tengah (Surakarta, Klaten, Dieng, Kedu, Temanggung, Parakan, Wonosobo), dan Jawa Timur (Bojonegoro, Besuki).
 c. Teh
Daerah penghasil teh, yaitu Jawa Barat (Bogor, Sukabumi, Garut), Jawa Tengah (Pegunungan Dieng, Wonosobo, Temanggung, Pekalongan), Sumatera Utara (Pematang Siantar), dan Sumatera Barat.
  1. Kopi
Daerah penghasil kopi, yaitu Jawa Barat (Bogor, Priangan), Jawa Timur (Kediri, Besuki), Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu (Bukit Barisan), Sumatera Utara (Deli, Tapanuli), Lampung (Liwa), Sulawesi (Pegunungan Verbeek), Flores (Manggarai).
  1.  Karet
Daerah penghasil karet, yaitu D.I. Aceh (Tanah gayo, Alas), Sumatera Utara (Kisaran, Deli, Serdang), Bengkulu (Rejang Lebong), Jawa Barat (Sukabumi, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas, Batang), Jawa Timur (Kawi, Kelud), dan Kalimantan Selatan ( pegunungan Meratus).
  1. Kelapa (kopra)
Daerah penghasil kelapa, yaitu Jawa Barat (Banten, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas), D.I. Yogyakarta, Jawa Timur (Kediri), Sulawesi Utara (Minahasa, Sangihe, Talaud, Gorontalo), dan Kalimantan Selatan (pegunungan Meratus).
  1.  Kelapa Sawit
Daerah penghasil kelapa sawit ialah D.I. Aceh (Pulau Simelue), Sumatera Utara (Pulau Nias, Pulau Prayan,Medan, Pematang Siantar).
Image:saawwit.JPG
  1. Cokelat, Daerah penghasil cokelat ialah Jawa Tengah (Salatiga) dan Sulawesi Tenggara.

  1. Pala, Daerah penghasil pala ialah Jawa Barat dan Maluku.
  2. Cengkeh,  daerah penghasil cengkeh ialah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara (Tapanuli), Jawa Barat (Banten, Priangan), Jawa Tengah (Banyumas), Sulawesi Utara (Minahasa), dan Maluku.
  3. Lada, daerah penghasil lada ialah Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan (Palembang, Pulau Bangka), dan Kalimantan Barat.
  4. Vanili, dihasilkan di daerah Flores (Manggarai, Bajawa), Papua, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
c. Persebaran hasil kehutanan
Hasil kehutanan negara kita antara lain kayu dan rotan. Jenis kayu yang dihasilkan antara lain keruing, meranti, agathis, jati, cendana, akasia, dan rasamala. Di mana saja persebaran hasil kehutanan ini?
  1. Kayu keruing, kayu meranti, dan kayu agathis terutama dihasilkan di daerah-daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
  2.  Kayu jati dihasilkan di daerah Jawa Tengah.
  3. Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
  4. Akasia dan rasamala dihasilkan di daerah Jawa Barat.
  5.  Rotan dihasilkan dari daerah Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara.
d. Persebaran hasil peternakan
Hasil peternakan negara kita antara lain sapi, kerbau, kuda, dan babi. Berikut ini pesebaran hasil peternakan di Indonesia.
  1. Ternak sapi. Daerah penghasil ternak sapi adalah Sumatera (Aceh), Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Sumbawa).
  2. Ternak kerbau. Daerah penghasil kerbau adalah Aceh, Sulawesi, dan Jawa.
  3. Ternak kuda. Daerah penghasil kuda adalah Nusa Tenggara Timur (Pulau Sumba) dan Sumatera Barat.
  4. Ternak babi. Daerah penghasil ternak babi adalah Bali, Maluku, Sulawesi Utara (Minahasa), Sumatera Utara (Tapanuli), Jawa Barat (Karawang)

e.       Persebaran hasil perikanan

1.      Budi daya udang dan bandeng, terdapat di pantai utara Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
2.      Daerah penangkapan ikan (nelayan tradisional dan modern) antara lain Sumatera Timur (Bagan Siapi-api), Bengkalis untuk jenis ikan terubuk. Sedangkan ikan tenggiri, cumi-cumi, udang, rumput laut, dan ikan layang-layang ditangkap dari daerah Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Selatan (Cilacap), Selat Bali, Selat Flores, dan Selat Makasar. Kepulauan Maluku (Ambon) menghasilkan tiram, mutiara, dan tongkol.
3.       Budidaya ikan di darat. Budidaya ikan di darat itu ada bermacam- macam, antara lain di tambak/empang, waduk/bendungan, sawah (minapadi), sungai (sistem keramba), dan di danau.

2.   Peta persebaran pertambangan

Image:tambang sear.JPG
Hasil bahan tambang negara Indonesia antara lain minyak bumi, bauksit (bijih alumunium), batu bara, besi, timah, emas, tembaga, nikel, marmer, mangan, aspal, belerang, dan yodium. Berikut ini daerah persebarannya.

1.      Minyak bumi, Ada banyak tambang minyak bumi di Indonesia. Daerahdaerah penghasil tambang minyak sebagai berikut.
1. Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim).
2. Tambang minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap di (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
3. Tambang minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan Selatan)
4. Maluku (Pulau Seram dan Tenggara), serta
5. Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).

2.       Bauksit (bijih aluminium), Penambangan bauksit berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).

3.       Batu bara, Penambangan batu bara terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono).

Image:kegiatan tambangq.JPG

4.      Besi, Penambangan besi terdapat di daerah Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan (Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).

5.      Timah, Penambangan timah terdapat di daerah Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung (Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).

6.       Emas, Penambangan emas terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).

7.      Tembaga, Penambangan tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).

8.       Nikel, Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).

9.       Marmer, Ditambang dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.

10.  Mangan, Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan (Martapura).

11.  Aspal, Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).

12.  Belerang, Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).

13.  Yodium, Ditambang dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
  1. Sumber Daya Alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi, air dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kepentingan pertahanan negara. SDA meliputi SDA dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui, SDA hayati dan non hayati, SDA materi dan SDA energy, SDA biotik dan abiotik.
2.    Manfaat Sumber Daya Alam, antara lain: air  Sebagai sarana transportasi, Sebagai sarana wisata/rekreasi, Sebagai sarana irigasi/pengairan, Sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).  Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian.  Manfaat hewan dapat digunakan sebagai: Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu. Tumbuhan memiliki manfaat antara lain: menghasilkan oksigen bagi manusia dan hewan, mengurangi polusi karena dapat menyerap karbondioksida yang dipakai tumbuhan untuk proses fotosintesis, mencegah terjadinya erosi, tanah longsor dan banjir, bahan industri, misalnya kelapa sawit bahan industri minyak goreng, bahan makanan, misalnya padi menjadi beras, bahan minuman, misalnya teh dan jahe. Manfaat hutan antata lain: (1) mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman; (2) sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya; (3) sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen; (4) menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
  1. Kondisi Sumber Daya Alam Saat ini dapat dilihat dari  terus menurunnya kondisi hutan, habitat ekosistem laut rusak, pertambangan banyak yan merusak lingkungan, sehingga lingkungan banyak yang tercemar dan organism banak yang mati.
  2. Cara Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Alam
Menjaga dan melestarikan SDA Hutan, meliputi: Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis), penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih (penebangan selektif,cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya, melakukan reboisasi (reforestasi.  Melaksanakan aforestasi, mencegah kebakaran hutan. Pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain. Sedangkan Cara-cara menjaga kelestarian kekayaan air: menjaga kelestarian hutan, menjaga kebersihan di lingkungan perairan, tidak membuang sampah ke sungai atau ke laut, menghemat pemakaian air, menghindari menangkap ikan menggunakan bom (dinamit) dan pukat harimau.
  1. Sumber Daya Alam Yang Ada di Indonesia
a. Persebaran hasil pertanian, hasil pertanian negara kita antara lain padi (beras), jagung, ubi kayu, kedelai, dan kacang tanah. Di mana saja persebaran hasil pertanian ini?
b. Persebaran hasil perkebunan, hasil perkebunan negara kita antara lain tebu, tembakau, teh, kopi, karet, kelapa (kopra), kelapa sawit, cokelat, pala, cengkeh, lada, dan vanili. Di mana saja persebaran hasil perkebunan tersebut? Mari kita lihat satu per satu.
c. Persebaran hasil kehutanan, hasil kehutanan negara kita antara lain kayu dan rotan. Jenis kayu yang dihasilkan antara lain keruing, meranti, agathis, jati, cendana, akasia, dan rasamala
d. Persebaran hasil peternakan, hasil peternakan negara kita antara lain sapi, kerbau, kuda, dan babi. Berikut ini pesebaran hasil peternakan di Indonesia.

f.     Persebaran hasil perikanan, Budi daya udang dan bandeng, daerah penangkapan ikan (nelayan tradisional dan modern, budidaya ikan di darat itu ada bermacam- macam, antara lain di tambak/empang, waduk/bendungan, sawah (minapadi), sungai (sistem keramba), dan di danau.

g.    Persebaran pertambangan, minyak bumi,  bauksit (bijih aluminium), batu bara, besi, timah, emas, tembaga, nikel, marmer,mangan, Aspal, belerang, yodium,

 










Daftar Rujukan

Anonim. 2010. Sumber Daya Alam. (online)(http://id.wikipedia.org/wiki/sumber-daya-alam), diakses pada tanggal 01 April 2010.
Anonim. 2000. Sumber Daya Alam. (online)(http://free.vlsm.org/v12/sponsor/sumber-daya-alam.htm), diakses pada tanggal 01 April 2010.
Anonim. Tanpa Tahun. Flora Dan Fauna Identitas Indonesia. (online)(http://bk.menlh.go.id/), diakses pada tanggal 01 April 2010.
Anonim. Tanpa Tahun. Persebaran Sumber daya Alam Di Lingkungan. (Online)
(http://www.crayonpedia.org/mw/PERSEBARAN_SUMBER_DAYA_ALAM_DI_LINGKUNGAN_SETEMPAT ) Diakses pada tanggal 10 April 2010.
 Anonim. Tanpa Tahun . Biologi Sumber Daya Alam . (Online)(http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0040%20Bio%201-9a.htm). Diakses tanggal  10 April.  .
 Anonim. Tanpa Tahun. Perkebunan Tembakau. (http://images.google.co.id/images?hl=id&source=hp&q=perkebunan+tembakau&btnG=Telusuri+Gambar&gbv=2&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai= perekbunan tembakau ) Diakses 13 april

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar